Hari ini juga kita menyaksikan rakyat
dipimpin oleh Ketua Negara, sesebuah syarikat dipimpin oleh pengurus dan dalam gereja
juga jemaat dipimpin oleh ketua gereja. Pemimpin boleh didefinisikan sebagai
seseorang manusia yang dilantik untuk berperanan mengurus sesebuah organisasi
atau institusi dalam suatu jangka masa yang panjang atau pendek. Apa yang ingin
kita bicarakan pada hari ini ialah dalam konteks kita sebagai anak-anak Tuhan
iaitu ‘PEMIMPIN YANG DIPAKAI TUHAN LUAR
BIASA PADA HARI INI?
Dalam
membicarakan topik kepimpinan banyak modul ataupun teknik yang ditawarkan oleh
dunia pada hari ini, namun demikian kita ingin melihat dari Alkitab gaya
kepimpinan Nabi Nehemia sebagai model yang boleh kita praktikkan.
Peribadi
Nehemia sebagai model.
Nehemia adalah salah seorang pemimpin
yang menginsipirasikan dalam Alkitab. Kalau kita selidik, kadangkala
kaedah-kaedahnya seperti tidak masuk akal, namun kaedah tersebut digunakan oleh
Tuhan untuk menghasilkan transformasi yang luar biasa dalam kehidupan bangsa
Israel dalam waktu yang singkat. Analisa atas keperibadian dan kaedah-kaedahnya
mengungkapkan bahwa kaedah yang dipakainya efektif hanya kerana kualiti
karakternya sendiri.
Nehemia seorang yang tekun berdoa dimana
hal tersebut menunjukkan kerendahan hati [Nehemia 1:4-5]. Nehemia juga seorang
yang memiliki keberanian dalam menghadapi bahaya, peduli dan bertanggung jawab
kepada kesejahteraan orang lain, memiliki visi, dan dapat mengambil keputusan
dengan jelas serta seorang yang realistik.
Mari
kita melihat gaya kepimpinan Nehemia yang boleh dijadikan model kepimpinan pada
hari ini;
BERINTEGRITI
Integriti iaitu mempunyai nilai-nilai
seorang pemimpin yang boleh dijadikan contoh. Nehemia adalah orang yang tekun
berdoa. Bagi Nehemia, doa merupakan bahagian sehari-hari dari hidup dan
bekerja. Doa adalah reaksi pertamanya apabila mendengar kesulitan bangsa Israel
yang berlaku di Yerusalem. Nehemia juga bukan orang asing di takhta kasih
karunia. [Nehemia 1:4, 6; 2:4, 9; 5:19; 6:14, 22, 29].
Seorang pemimpin Kristian yang efektif
haruslah seorang yang sudah lahir baru dalam Kristus, yang bersih dalam hal
moral, dan menjaga kebenaran menurut tuntutan Tuhan. Kristus datang ke dunia
ini untuk membawa manusia dari kegelapan menuju terang. Kegelapan telah
melingkupi watakdan karakter manusia kerana Iblis yang senentiasa berusaha
terus untuk merosakkanmoral manusia. Tidak menghairankan jika ternyata pada
abad sekarang ini sudah terlalu banyak para pemimpin Kristian ataupun orang
bukan Kristian yang menyakiti hati rakyatnya dengan tidak menghiraukan lagi
tentang keadilan dan kesejahteraan. Salah satu sifat penting dari kepemimpinan
Kristian yang efektif adalah kemampuan untuk menyesuaikan bentuk keperibadian
seseorang dengan situasi tertentu. Karakter dan moral yang beransur rosak harus
dipulihkan melalui persekutuan dengan Tuhan Yesus supaya kembali bersih dan
dilayakkan untuk menjadi seorang pemimpin masyarakat.
(II) MEMPUNYAI VISI DAN MISI YANG JELAS
Seorang pemimpin harus mempunyai visi dan
misi yang jelas. Kalau tidak maka seperti kapal tanpa Nakhoda. Nahkoda kapal
adalah orang yang bertanggung jawab menentukan arah perjalanan serta menetapkan
tindakan yang harus dilakukan.
Nehemia memiliki pandangan jauh ke hadapan,
ia tahu dan menyedari bahawa tentangan dari orang-orang tertentu pasti akan
muncul, jadi ia meminta surat-surat dari raja agar perjalanannya baik dan ia
mendapat sumber-sumber untuk menyelesaiakan tugas itu, “memasang balok-balok
pada pintu-pintu gerbang di benteng bait suci, untuk tembok kota” [Nehemia2:8].
Ia begitu cermat merencanakan perancangan atau strateginya. Nehemia
mengungkapkan visinya dengan istilah yang sederhana mungkin. Sasaran bangsa itu
adalah membangun dan membina kembali tembok Yerusalem.
Setiap bakal pemimpin seharusnya memiliki
satu visi. Visi menentukan seseorang pemimpin mengetahui sasarannya dan
tujuannya.
Visi berhubung kait dengan menciptakan
sesuatu yang baru, tidak menghiraukan hal-hal yang telah berlalu, tetapi
membina dasar pada hal-hal yang telah berlalu dan hal-hal masa kini, muncul
dengan realiti yang lebih baik, daripada realiti yang ada sekarang. Bila
diwujudkan secara penuh, visi membawa kita lebih dekat kepada cita-cita kita.
Visi memerlukan suatu tindakan nyata. Pemimpin luar biasa bangun pada pagi hari
dengan sebuah rencana dan melakukan tindakannya. Mereka tidak memerlukan suatu
kebenaran bertulis atau secara lisan untuk melakukannya. Kepemimpinan adalah
menghasilkan hasil. Visi kepemimpinan adalah kemampuan pemimpin untuk melihat
serta memahami keinginan suci yang ditulis oleh Allah di dalam hatinya bagi
organisasi serta kepemimpinannya. Dalam visi itu ada kehendak Allah yang khusus
bagi kepemimpinan seorang pemimpin.
(III) SASARAN DAN BERTANGGUNGJAWAB
Nehemia memiliki sasaran dalam
kepemimpinannya. Sasaran Nehemia adalah untuk membangun kembali tembok
Yerusalem yang telah runtuh dan terbakar [Nehemia 1:3; 2:17]. Nehemia mengajak
penduduk dan mereka menyokong serta membantunya. Namun dalam usahanya itu, ada
tentangserta rintangan yang dihadapinya. Rintangan yang Nehemia hadapi bukan
sahajadari kalangan luar, tetapi juga tentangan dari dalam.
Kita lihat peribadi Yesus sendiri iaitu
sasaranNya adalah berita baik keselamatan dari Syurga dan Dia telah melunaskan
atau meyelesaikan sasaranNya diatas kayu salib. Yesus telah mempergunakan waktu
dan kesempatan yang ada bagi menyelesaikan sasaranNya.
Pemimpin yang baik perlu mempunyai
sasaran, mengapa? Paling sedikit ada tiga alasan, antara lain:
1. Pengarahan. Pemimpin memerlukan sasaran untuk mengarahkan kehidupannya. Tidak mungkin bagi seseorang untuk terus maju kearah tujuannya jika ia tidak mempunyai tujuan tertentu.
2. Kemajuan. Sasaran itu penting untuk menjamin agar ada kemajuan. Jika di gereja tidak ada sesuatu yang dapat dijadikan sebagai sasaran utama, yang dapat dijadikan tujuan dan yang dapat diperjuangkan oleh segenap orang percaya yang tergabung dalam jemaat itu, maka program gereja itu mungkin kelihatannya seolah-olah sibuk tetapi sebenarnya tidak mengalami kemajuan apa-apa.
3. Hasil yang dicapai. Sasaran penting agar ada satu hasil yang dapat dilaksanakan sampai selesai. Jika tidak mempunyai sasaran tertentu maka tidak akan pernah diketahui berhasil atau tidak suatu program yang dilakukan.
(IV) TAAT MERENDAHKAN DIRI
Karakter kepemimpinan Kristen adalah
kesaksian dan pelayanan yang digerakkan oleh belas kasihan Allah. Dengan
sendirinya menuntut taat dengan kerendahan hati, bersedia untuk berkorban,
mengosongkan diri, menyangkal diri sendiri dan begitu rela mengutamakan
kepentingan orang lain. Itulah pemimpin yang berhati hamba.
Nabi Nehemia tahu dan sedar bahawa
banyak tentangan yang akan dihadapinya semasa dia memimpin pembinaan kembali
tembok Yerusalem [Nehemia 4:1-3]. Nehemia merendahkan diri di hadapan Tuhan
Allah dan meminta pertolongan.[Nehemia 4:4-5]. Seorang pemimpin pasti akan
berhadapan dengan orang-orang yang menentang usul untuk menciptakan sesuatu
yang berbeza. Konflik muncul ketika pemimpin harus membuat suatu pilihan.
Konflik dan tentangan juga akan muncul ketika seseorang membuat sesuatu perkara
baru yang akan mendatangkan kebaikan bersama, kerana pasti ada kelompok atau
peribadi yang akan merasa dengki dan tidak senang melihat orang melakukan lebih
daripada apa yang dia akan dan telah lakukan.
Kalau kita lihat Yesus Kristus,
kepemimpinanNya adalah pelayanan (Anak Manusia datang bukan untuk dilayani
tetapi melayani [Markus 10:45]. Gaya kepemimpinan Yesus adalah menjadi seorang
hamba, meski Dia sungguh memiliki semua kuasa dan otoritas dari syurga.
Rasul Paulus juga menyatakan didalam
Filipi 2:6-9
Filipi 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak
menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
Filipi 2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya
sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
Filipi 2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah
merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
Filipi 2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia
dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
Dunia boleh menawarkan model-model
kepimpinan yang efektif dan berkesan namun demikian Alkitab kita yang
mengandungi kebenaran-kebenaran Tuhan juga memberikan motivasi dan inspirasi
tentang pemimpin yang yang dipakai Tuhan dengan luar biasa pada hari ini. Nabi
Nehemia adalah contoh dan teladan yang sangat baik untuk membantu membentuk
keperibadian pemimpin Kristian yang hebat dan luar biasa. Gaya kepimpinan Yesus
Kristus yang berhati seorang hamba adalah mengatasi segalanNya dan model
kepimpinanNya adalah dari Syurga dan sudah selesai bagi keselamatan saya dan
saudara/I sekalian. Amen.
Penulis: Robin Maramat, M.C.S
sarawakchristianjournal.blogspot.com
16 September 2014
16 September 2014

0 ulasan:
Catat Ulasan